Engkau laksana awan yang melindungi bumi dari terik mentari
Engkau laksana kompas yang membantu menunjuk arah
Engkau laksana payung yang tak mengizinkan setetespun air hujan menyentuh
Engkau laksana duri yang tak mengizinkan sembarang kumbang menghisap maduku
namun
Engkau pun laksana lantunan shalawat yang meneduhkan jiwa
Engkau laksana super hero yang siap menghalau semua yang mencoba berani mengusikku
Ayah
harus seperti apa ku rangkai kata
harus bagaimana ku ungkapkan rasa
lidah ini lesu, ngilu, pilu, dan terasa kaku
setiap tetes keringat yang kau tumpahkan
setiap tetesan darah yang kau korbankan
harus bagaimana aku membalasnya
harus seperti apa aku membalasnya
harus seperti apa aku mengatakan bahwa engkau begitu berharga
Ayah
maafkan aku
aku menyayangimu