Tidak terasa tahun Masehi 2012 sudah menduduki bulan Desember. Ah, terasa sangat cepat sekali waktu berjalan. Padahal sepertinya baru kemarin masuk tahun baru 2012. Tiba-tiba sudah harus genap satu tahun. Dan sebentar lagi bertemu dengan tahun 2013. Yah, bagaimanapun tetap harus disyukuri.Suka duka, canda tawa, apapun itu, skenarioNya tetap yang paling indah ^.^. Hari ini, malam terakhir sebelum saya pulang kampung. Tepat dihari IBU, 22-12-2012 besok, saya akan pulang. Rasanya sudah kangen sekali. Hampir 1 bulan lebih saya belum pulang. Sudah sering mendengar khawatirnya Ibu, Mas Zai, Mas Munib. Yah, meskipun Bapak jarang menghubungi, tapi lewat cerita Ibu saya sudah sangat terharu sekali. Bapak sering puasa disaat hari-hari penting buat saya. Terima kasih Bapak, you are my everything. :)
Saya mungkin tidak punya sesuatu yang spesial untuk Ibu besok. Bahkan lagu-lagu berikut belum cukup mewakili betapa berharga dan berartinya Ibunda buat saya. Beliau adalah Guru TK saya, Guru ngaji saya, Sahabat yang selalu mendengar cerita saya, sosok yang penyabar, yang jadi panutan, yang jadi tauladan, yang jadi alasan buat saya untuk terus berjuang. Tak pernah sekalipun saya mendengar keluhan dari beliau. Alhamdulillah, saya dilahirkan dari bunda seperti beliau.
Seperti yang dikatakan oleh Pak Mario Teguh
"jika dibalik kesuksesan seorang suami adalah seorang istri, namun dibalik kesuksesan seorang anak adalah IBU"
Yup, benar sekali. Tapi bagaimanapun juga, Bapak tidak kalah pentingnya dihidup saya. :)
Barisan lagu ini, untukmu Bunda :* :')
1. Number One for me by Maher Zain
2. Ibu by Haddad Alwi feat Farhan
3. Satu Rindu by Opick feat Amanda
Bunda
kau bagaikan tetesan embun di pagi hari
yang menyejukkan, menentramkan, dan mendamaikan hati
Bunda
kau bagaikan cahaya matahari
yang menerangi, menghangatkan, dan mencerahkan
Bunda
kau lebih dari sekedar intan permata
lebih dari sekedar emas berlian yang berkilauan
Bunda
kau rela, ikhlas, mengorbankan segenap jiwa dan raga
hanya karena ingin melihatku lahir di dunia dengan selamat
Bunda
mungkin aku tak bisa menciptakan
barisan barisan puisi yang cantik
namun
inilah aku, yang selalu menyebut namamu disetiap doaku
Bunda
aku menyangimu