حلالى انت لا اخشى عزولا همه مقتى
لقد اذن الزمان لنا بوصل غير منبتى Halaalii anti laa akhsyaa 'azuulan himmuhuu maqti Laqod adzinaz zamaanu lanaa biwushlin ghoiri munbatti
Engkau istriku yang halal, aku tidak peduli celaan orang
Kita satu tujuan untuk selamanya
سقيت الحب فى قلبى بحسن الفعل والسمت
يغيب السعد إن غبت ويصفو العيش إن جئت Saqoitil hubba fii qolbii bihusnil fi'li wassamti yaghiibus sa'du in ghibti wa yashful 'aisyu in ji'ti
Engkau sirami cinta dalam hatiku dengan indahnya perangaimu
Kebahagiaanku lenyap ketika kamu menghilang lenyap
Hidupku menjadikan terang ketika kamu disana
نهاري كادح حتى إذا ما عدت للبيت
لقيتك فانجلى عني ضناى اذا ما تبسمت Nahaarii kaadihun hattaa idzaa maa 'udtu lilbaiti Laqiituki fanjalaa 'annii dhonaaya idzaa maa tabassamti
Hari-hariku berat sampai aku kembali ke rumah menjumpaimu
Maka lenyaplah keletihan ketika kamu senyum
تضيق بى الحياة اذا بها يوما تبرمتى
فأسعى جاهدا حتى احقق ما تمنيتى Tadhiiqu biyal hayaatu idzaa bihaa yauman tabarromti Fa as'aa jaahidan hattaa uhaqqiqo maa tamannaiti
Jika suatu saat hidupmu menjadi sedih, maka aku akan berusaha keras
Sampai benar-benar mendapatkan apa yang engkau inginkan
هنائى انت فلتهنئى بدفء الحب ما عشتى
فروحانا قد ائتلفا كمثل الارض والنبت Hanaa'ii anti faltahna'ii bidif-il hubbi maa 'isyti Faruuhanaa qodi'talafaa kamitslil ardhi wannabti
Engkau kebahagiaanku, tanamkanlah kebahaiaan selamanya
Jiwa-jiwa kita telah bersatu bagaikan tanah tumbuhan
فيا أملى ويا سكني ويا انسي وملهمتى
يطيب العيش مهما ضاقت الايام ان طبتى Fa yaa amalii wa yaa sakanii wa yaa unsii wa mulhimati Yathiibul 'aisyu mahmaa dhooqotil ayyamu in thibti
Duhai harapanku, duhai ketenanganku, duhai kedamaianku, duhai ilhamku
Indahnya hidup ini walaupun hari-hariku berat asalkan engkau bahagia
pernah suatu ketika aku membaca, lupa, entah itu online, dari buku cetak, sumbernya, dan tokoh yang diceritakan. Tapi, sedikit-sedikit aku ingat, kejadian apa yang aku baca. Yang pasti, aku bisa mengambil pelajaran di dalamnya. Ceritanya gini. Misalkan saja ada seorang kyai A, punya murid B. Suatu ketika saat Kyai A melihat muridnya (B) sedang mengajar. Dilihatnya bahwa B sedang memberi nasehat seorang murid yang melakukan suatu kesalahan di depan murid-murid lainnya. Saat malam tiba, sang Kyai menghampiri rumah si B. Beliau datang malam sekali. Memastikan bahwa orang-orang kampung sudah tidur dan tak ada lagi orang-orang yang berkeliaran. Saat dirasa kampung itu sepi, sang Kyai mengetuk pintu dengan pelan. Sang Kyai tahu bahwa muridnya itu (B) belum tidur. Saat si B menanyakan siapa yang sedang mengetuk pintu, sang Kyai tidak menjawab. Hingga akhirnya si B membukakan pintu, dan kaget karena ternyata yang bertamu malam itu adalah gurunya. Dia bingung, apa yang hendak gurunya sampaikan dengan waktu semalam itu. Ternyata beliau cuma ingin menasehati si B, bahwa sebaiknya saat menasehati muridnya yang bersalah, jangan di depan umum, jangan dihadapan banyak barang. Kalaupun maksudnya baik, tapi caranya tetap kurang baik. Karena sebaik apapun isi nasehat yang disampaikan, jika tidak disampaikan pada waktu, kondisi, dan suasana yang tepat, maka hasil yang diterima pun tidak akan maksimal. Bisa jadi yang diberi nasehat itu tidak terima, karena merasa malu atau tersinggung, sebab dinasehati didepan banyak orang. Begitu juga memberi nasehat kepada orang dimana kondisi dan suasana hati orang yang akan diberi nasehat itu sedang "panas". Bisa dipastikan kata-kata yang disampaikan hanya masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Hal ini pun dicontohkan oleh sang kyai. Beliau sengaja bertamu dan memberi nasehat kepada muridnya saat malam hari, saat dimana orang-orang sudah tidur, dan memberi nasehatpun dengan suara pelan, berharap tidak ada orang lain yang tahu. Hal ini bermaksud agar, apa yang disampaikan bisa diterima dengan baik oleh orang yang sedang diberi nasehat.
sedikit curcol sih, ndak suka sama orang yang punya potensi tempramen, karena aku sendiri tipe orang yang gampang marah ataupun tersinggung. Pemikir juga. Kalo ada yang gak enak dihati dan dipikiran, jadi kebawa terus, gak enak makan, gak enak tidur, gak enak ngapa-ngapain.Alhamdulillah, mas-masku bukan orang yang demikian. Jangan kayak gitu mas yaa, kehidupan setelah ini cuma mas-mas yang aku punya di dunia. Temani terus adikmu ini, jangan pernah sekalipun kasar sama mbak ya mas. Wanita itu paling tidak suka dan paling tidak bisa kalo melihat laki-laki kasar, bicara dengan nada tinggi. Jangan samakan saat bicara dengan laki2 dan saat bicara dengan wanita. Semoga mas-mas selalu dalam rahmatNYA. amin
1st MARAH selama 5 menit akan menyebabkan sistem imun tubuh kita mengalami depresi selama 6 jam..
2nd
DENDAM & MENYIMPAN KEPAHITAN akan menyebabkan imun tubuh kita
mati.. Dari situlah bermula segala penyakit, seperti STRESS, KOLESTEROL,
HIPERTENSI, SERANGAN JANTUNG, RHEMATIK, ARTHRITIS, STROKE (perdarahan /
penyumbatan pembuluh darah)..
3rd Jika kita sering membiarkan diri kita STRESS, maka kita sering mengalami GANGGUAN PENCERNAAN..
4th Jika kita sering merasa KHAWATIR, maka kita mudah terkena penyakit NYERI PUNGGUNG..
5th Jika kita MUDAH TERSINGGUNG, maka kita akan cenderung terkena penyakit INSOMNIA (susah tidur)..
6th Jika kita sering mengalami KEBINGUNGAN, maka kita akan terkena GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH..
7th Jika kita sering membiarkan diri kita merasa TAKUT yang BERLEBIHAN, maka kita akan mudah terkena penyakit GINJAL..
8th Jika kita suka ber-NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna)..
9th Jika kita mudah EMOSI & cenderung PEMARAH, maka kita bisa rentan terhadap penyakit HEPATITIS..
10th
Jika kita sering merasa APATIS (tidak pernah peduli) terhadap
lingkungan, maka kita akan berpotensi mengalami PENURUNAN KEKEBALAN
TUBUH..
12th Jika kita sering MENGANGGAP SEPELE semua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit DIABETES..
13th
Jika kita sering merasa KESEPIAN, maka kita bisa terkena penyakit
DEMENSIA SENELIS (berkurangnya memori dan kontrol fungsi tubuh)..
14th Jika kita sering BERSEDIH & merasa selalu RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit LEUKEMIA (kanker darah putih)
Mari kita selalu BERSYUKUR atas segala perkara yang telah terjadi
karena ?engan bersyukur, maka HATI ini menjadi BERGEMBIRA &
menimbulkan ENERGI POSITIF dalam tubuh utk mengusir segala penyakit
tersebut ?? atas..
Sumber : Buku “The Healing & Discovering the Power of the Water” (by : Dr. Masaru Emoto)
“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikanya abu
Aku ingin mecintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
Sapardi Djoko Damono 1989
Ada yang bilang
kalo kita mimpiin seseorang
padahal kita gak sedang memikirkan dia sebelumnya
gak membahas dia ataupun berangan-angan tentang dia sebelum tidur
tapi ternyata muncul dalam mimpi kita
itu tandanya berarti dia yang kita mimpiin itu sedang mikirin kita
hahaha
kalo benar demikian
berarti dia yang sering mampir ke mimpiku
sering pula memikirkanku
hahaha
:p
ah
itu kan cuma kata orang..
bunga tidur itu namanya
tapi kok ya sering amat mampirnya -_-
herman! eh heran!
terkadang..
aku begitu mudah akrab dengan yg lain
aku begitu sulit dekat dengan yg lain
aku begitu susah didekati dengan yg lain
aku begitu mudah diambil hati oleh yang lain
terkadang..
aku begitu terbuka dengan yg lain
aku terlihat sangat friendly saat di dunia maya
aku terlihat begitu ceplas ceplos ketawa ketiwi saat di dunia maya
bahkan
kita sangat dekat di dunia maya, meskipun belum pernah bertemu sekalipun
tapi..
suatu saat..
kau akan melihatku sangat cuek dengan yang lain..
kau akan melihatku heboh sendiri dg yang lain..
kau akan melihatku begitu pendiam..
kau akan melihatku begitu ceria..
kau akan melihatku sangat tidak asyik diajak bercanda..
kau akan melihatku begitu penyendiri..
lalu..kemudian..
kau akan menilaiku..
menilai dengan segala yang kau lihat..
tak hanya di dunia maya..
tapi di dunia nyata..
mungkin kau akan mulai bingung..
siapa diriku sebenarnya..
si kalem kah..
si jutek kah..
si ceria kah..
atau si si yang lainnya..
jika kau tak dapat menerimanya..
kau akan mulai pergi...
menjauh..
sejauh-jauhnya..
tak ingin menoleh..
bahkan tak ingin menyapa..
may i?
kau belum kenal aku kawan
kau belum mengenali aku dengan segala warna warni diriku..
silahkan saja kau pergi..
silahkan saja kau kembali..
perhatianku untuk semua yang ku sayang..
kepedulianku untuk semua yang ku pedulikan..
senyumku untuk kalian tanpa kecuali..
tapi..
hatiku..
hatiku hanya akan memilih dia yang pas dihati..
yang melihatku dengan segala sudut yang dia punya..
hanya untuk dia saja..
the last one.
Pusing, penat, hahaha...hari ini bener2 pingin tidur rasanya..
semalem pulang dari mantan asrama (hahaha)..kegrimisan dijalan pas mau pulang ke kos..
ciyee sekarang sebutnya kos :D
kos baru gang 3e no 37..
tempatnya enak, biar kata sempit tapi bersih..
dan yg paling penting..
ga ada nyamuk :D
nyaman deh buat ngerjain TA #ups..
semalaman...tidur jam 12an..hanya untuk sebuah paper..
lanjut ba'da subuh sampe jam 10.30 tet baru selesai..alhamdulillaaaahh
ngejar dosen sampe RBM...
hufth...sampe lupa makan, lupa minum..dikepala cuma ada paper dan dombing :D
al-hasil, buka fb eeeh...si dia ngetag foto...liat komen2annya bikin mata gatel..untag deh haha..
si soulmate dateng bawa makanan..asiiiikk...tau aja lagi laper haha
dapet pengumuman deadline pengumpulan ditunda minggu depan...akhirnya sekrang lagi males nyentuh TA lagi haha...curhat terus dari tadi (baca : nyampah)
gapapa laaah...yang penting saya senaaaang...duduk2 di musholah tadi ya bikin adem jg...hah! rasanya pingin ndang kelar ni TA..
ndang luluuuusss
SEMANGAT 107!!! B)
Menjadi orang baik itu memang tidak mudah. Tidak semudah mengucapkannya. Tidak semudah memohon dan memanjatkan do'a. Tidak semudah hanya sekedar bersemangat dan menserukan "aku ingin jadi orang baik dan ingin menjadi lebih baik". Tidak :'(
Butuh proses, butuh latihan, butuh evaluasi, butuh diuji dulu, butuh banyak hal.
Sulit, cukup sulit untuk dipraktekkan.
Allah Ya Karim..
sesaat merasa menjadi lebih baik, alhamdulillah..
sesaat merasa menjadi lebih taat dan patuh, alhamdulillah..
sesaat merasa mampu istiqomah menjadi lebih baik, alhamdulillah..
tapi sesaat juga bisa langsung berubah..
menjadi sulit mengendalikan emosi :'( astaghfirullah...
menjadi sulit mengendalikan prasangka yang tidak2 :'( astaghfirullah..
merasa menjadi pribadi yang jahat.. :'( astaghfirullah..
merasa menjadi pribadi dibisiki setan :'( astaghfirullahal'adzim...
kiranya kapan ya bisa menjadi yang bener2 baik.. :'(
baik di hadapan Allah, baik dihadapan manusia, baik untuk diri sendiri... :'(
Allah Ya Robb...
hidup di dunia ini memang sebentar..
tak pernah tau diri ini akan Kau panggil..
beberapa tahun lagi, beberapa bulan lagi, beberapa hari lagi, atau bahkan beberapa detik lagi..
:'(
izinkan diri ini untuk mempersiapkan diri..menjadi manusia yang baik...yang mampu memperbaiki diri menjadi lebih baik..
kiranya jauhkanlah diri ini dari sifat-sifat yang tercela..jauhkan dari penyakit hati..dan tetapkan iman dan hati ini untuk terus berada dijalanMu :'(
Ini lebih kepada mengutarakan dan menuangkan apa yang ada dipikiranku saat ini. Mungkin jika ada yang baca, saya tekankan bahwa, setiap orang punya pendapat dan pemikiran sendiri-sendiri. Baiklah, saya tidak tahu harus memulai dari mana, karena ini sudah sejak lama ada dibenak saya. Hanya karena ikut dalam percakapan tadi malem, lebih tepatnya cuma turut nimbrung tanpa ikut bicara. Ini menyangkut menilai seseorang, menilai karakter, sifat dan sikap seseorang. Saya, yang menuliskan ini, jauh dari kata sempurna, dan tidak luput dari salah. Namun, saya juga masih terus belajar, bagaimana memanage hati, pikiran, dan sikap. Semalem, ada salah seorang teman yang mengatakan bahwa dia nge-fans dengan si A. Sebut saja begitu. Tetapi, teman saya yang lain mengatakan, ah sudahlah, biarkan saja, dia kan belum tahu si A itu orangnya seperti apa, kalau dia sudah tahu, dia pasti gak akan bilang kayak gitu (ngefans). Dalam hati, aku cuma bisa bicara dalam hati. Sekali lagi, bukan berarti saya sudah benar dalam bersikap, bukan. Hal ini juga saya jadikan sebagai pelajaran buat kedepannya, semoga bisa lebih baik lagi. Hati saya berkata, apakah semudah itu kita menilai orang lain? setiap orang ngefans sama siapapun itu hak masing-masing (menurutku). Sejauh apa kita mengenal orang lain? sedetail apa kita memahami orang lain? Saya masih ingat dengan quote "don't judge the book by the cover". "Cover" bisa mengandung banyak arti. Tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Rumit, sangat rumit. Tak sesederhana membalikkan telapak tangan (bagiku). Meskipun terkadang tidak dapat dipungkiri, saya pun pernah bersikap demikian, ketika dalam kondisi pikiran tidak jernih. Manusiawilah..hehehe.
Misal gini, saya mengenal si B. Dengan gaya sok tau, saya berani mengatakan bahwa saya sudah mengenal si B. Padahal saya dan si B hanya teman. Tapi saya sudah bisa berani menilai dia, dia anaknya gini gini gitu gitu. Namun suatu ketika orang lain mengatakan hal yang berbeda, kadangkala berkebalikan. Ternyata si B bukan gini gini gitu gitu, tapi gitu gitu gini gini. Hmmm. Ketika yang lain juga mengatakan, bahwa si B orangnya gak kayak gitu, tapi dia itu gini gitu gini gitu. Hmmm. Semakin bingung. Padahal saya pernah mengatakan ke seseorang yang lain yang baru kenal dengan si B, bahwa si B itu gini gini gitu gitu. Waduh. Puyeng. Hingga pada akhirnya, bisa jadi orang yang baru kenal tadi itu merasa sesuatu yang aneh. Yang mungkin tadinya dia "ngefans" si B, tiba-tiba menjadi illfeel -_-a. Nah, kalo kayak gini salah siapa? salah saya? salah si B? atau salah seseorang itu tadi?
Dari contoh diatas, mungkin bisa saya simpulkan seperti ini. Siapapun kita, saudara kah? teman kah? sahabat kah? yang merasa dekat dengan seseorang, sepertinya tidak semudah dan tidak segampang membalikkan telapak tangan untuk menilai orang lain. Bisa jadi yang luarnya baik, tapi ternyata tidak, bisa juga sebaliknya. Sekali lagi, "cover" bisa mengandung banyak arti. Ini juga menjadi pelajaran buat saya untuk tetap belajar berhati-hati dalam bersikap, berbicara, ataupun berpendapat yang bahkan hanya terlintas dalam pikiran. Satu hal yang penting menurut saya, khusnudzon. Dan satu lagi, bahwa sejatinya setiap orang itu baik. Dia bersikap tidak baik, mungkin saja ada faktor lain yang menyebabkan dia tidak baik. Seperti faktor sosial, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya.
Hufth....hidup ini ternyata penuh dengan kehati-hatian. Dan tidak semudah yang dibayangkan. Hanya bisa belajar menjadi lebih baik. Berikhtiar, berdoa semoga Tuhan senantiasa menuntun, membimbing, dan menunjukkan jalan yang lurus dan benar.
kali ini, edisi dangdut yaa ^_^
suka sama lagu yang satu ini..
selain liriknya unik, iramanya pun unyu..
Hari ini... saya umumkan... pada bulan... pada bintang.. dapatkah kumiliki seorang kekasih.. dunia akhirat..
kalau ada cari satu untukku.. kalau bisa kabarkan kepadaku.. untuk pacarku dunia akhirat.. tidak perlu kaya.. asal dia setia.. cinta dari muda.. sampai tua sama sama...
kalau ada cari satu untukku... kalau bisa kabarkan segera...
buat apa banyak cinta.. buat apa banyak cinta.. tapi semua pendusta.. manisnya hanya di bibir saja..
yang gagah banyak ulahnya.. yang gagah banyak ulahnya.. yang tampan banyak tingkahnya.. apalagi kalau sudah jaya...
ku tak butuh cinta kaya dunia.. yang kucari kasih dunia akhirat..
Puji syukur tiada terkira. Allah mempertemukanku dengan kalian kawan, saudaraku, teman seperjuanganku. Kita ber70 orang. Meskipun yang ada sekarang hanya sekitar 60% nya. Bersama kalian, aku mengerti arti pertemanan. Bersama kalian, aku mengerti arti persahabatan. Bersama kalian, aku mengerti arti kekeluargaan. Suka duka aku rasakan. Suka yang aku rasakan sendiri, yang kita rasakan bareng2. Duka yang aku rasakan sendiri, yang kita rasakan bareng2. Kalaupun ada yang pernah berselisih satu dengan yang lain, itu bukan sebagai alasan buat kita untuk tidak menyatu kembali. Menjadi satu keluarga. Yang kita beri nama D'09. Dari kalian, aku dapat banyak. Arti asyiknya menjadi diri sendiri. Arti pentingnya memahami karakter masing2. Belajar menjadi pribadi yang lebih baik, yang lebih mengontrol emosi. Sharing2 ilmu dan pendapat tanpa ada unsur paksaan. Saling toleran. Tanpa ada hujatan dan semacamnya. Pahit manis aku rasakan. Tertawa lepas aku lakukan hanya saat bersama kalian. Narsis didepan kamera pun, tanpa peduli orang sekitar, ya bersama kalian. Bahkan aku sendiri gak sadar bisa seperti seolah2 bukan aku yang dulu yang terkenal cupu, lugu, dan kaku.
Kemarin, masih menunjukkan bukti bahwa kita akan tetep menjalin silaturrahim selamanya (insya Allah) amiiiin. Kawan, kita tahu lah, tidak ada manusia yang sempurna. Banyak kesalahan yang entah aku sengaja atau tidak yang mungkin menyisakan benci, dendam, bahkan sakit hati pada diri kalian. Dari hati yang paling dalam. Aku minta maaf. Mungkin sudah ratusan kali aku mengatakan hal ini. Tapi kawan, bagaimanapun yang namanya paku, jika sudah ditancapkan pada pohon, pada saat mencabutnya, masih meninggalkan bekas. Jika kita mengenal satu sama lain berawal dari keadaan yang baik2, maka jika kita berpisah nanti, maka semestinyalah dalam keadaan baik2 pula. Aku tak bisa menyebutkan satu per satu nama kalian. Yang pasti, siapapun kalian, kalian tetaplah saudaraku. Sampai kapanpun.
Jangan ada benci ya kawan. Jangan ada dengki ya kawan. Jangan ada dendam ya kawan. Terima kasih untuk segalanya. Semua waktu ini. Semua pengalaman ini. Semua kebersamaan ini. Semua kisah dari mulai matrikulasi hingga detik ini. Saling menjaga ya kawan. Saling menasehati ya kawan. Saling mengisi ya kawan. Saling peduli ya kawan. Kalau bertemu dijalan, nyapa ya kawan. Jangan seolah2 tidak kenal ya kawan. Meski mungkin ada diantara kita yang belum pernah berinteraksi sama sekali. Tapi tetap dijaga tali silaturrahimnya ya kawan.
Aku gak bisa bayangin kalo kita nanti sudah kembali ke daerah masing2. Bisa dipastikan kalau mau kumpul lagi, susahnya masya Allah. :( . FB, Twitter, Google+, dan media sosial lainnya, yang mungkin cuma itu yang bisa membuat silaturrahim kita gak terputus.
Terkadang, dari hatiku yang paling dalam, aku berkata, "aku hanya tak ingin orang lain tau apa yang ada dihati dan pikiranku". Cukup aku dan Tuhanku saja yang tahu. Entahlah, jika sudah merasa percaya dan nyaman dengan sesuatu atau seseorang, kata demi kata pun mengalir begitu saja. -_-a . Lisan ooh lisan.. hati ooh hati.. pikiran ooh pikiran.. -_-a kenapa rasanya menjadi manusia terlebih menjadi wanita yang baik, yang akhlaqul karimah, yang sholehah itu rasanya sulit. "ISTIQOMAH". Satu kata yang mudah untuk diucapkan tapi sulit dalam mempraktekkan -__-". Kalo lagi inget mati, ibadahnya rajinnya masya Allah. Kalo lagi inget dosa, pinginnya dengan sekuat tenaga dan tidak jarang konflik batin untuk menjauhi hal-hal yang membuat dosa. Apalagi kalo inget orang tua, rasa2nya wes berdosa banget karena belum bisa berbakti dan memberikan yang terbaik buat beliau :'( . Tapi kalo lagi gak inget..hmmm -_-a . Dari masa ke masa memang banyak pelajaran yang aku terima. Yang dulu sering ngambekan lah, yang sensitif banget lah, yang emosian lah :D.. Tapi Alhamdulillah, semua itu berkurang satu per satu. ^_^ wes tuwoo wes tuwoo..eling eliing..
Bingung, harus bersikap seperti apa. Yang namanya trauma itu rasanya sangat tidak enak sekali. Trauma melakukan sesuatu hal. Trauma bertemu dengan seseorang. Trauma mencoba hal yang pernah dicoba. Kenapa dibilang trauma???? ya tentu saja perasaan ini ada karena pernah merasakan dan pernah menjalani sesuatu yang pada akhirnya melukai perasaan dan jera. :'(
Maksud hati, supaya trauma itu bisa hilang dan terlupakan, salah satunya jalan yaitu dengan tidak mengulangi hal yang sama. Dengan suara lantang, hati ini berteriak, "saya trauma, dan saya tidak akan mengulanginya lagi". Seiring berjalannya waktu, kalimat itu terasa merasuk di hati dan sudah yakin tidak akan mengulangi lagi. Namun, waktu berkata lain...
Misal, anggap saja ada dua studi kasus yang saya ambil.
1. Trauma bertemu dengan seseorang
saat trauma dengan seseorang. Trauma untuk bertemu. Karena kalau ketemu, bakalan inget kejadian yang pernah membuat jera dan sakit. Keputusan terbaik untuk yang satu ini yaitu dengan tidak bertemu bahkan tidak saling berhubungan satu sama lain. Sadis memang. Tapi mau gimana lagi? Cuma itu obat mujarab untuk melupakan. hohoho.. tapi disisi lain, saya berfikir. Silaturrahim itu ternyata penting. Sangat penting. Dengan sedikit memaksakan diri (sepertinya memang harus dipaksa), bersikap biasa dan seolah-olah tidak pernah terjadi apa2 itu penting sekali. Kenapa demikian? karena punya masalah dengan orang itu tidak enak. Sekalipun posisinya disakiti, tetep aja gak enak. Apalagi kalau mengingat tentang keutamaan dan indahnya bersilaturrahim. hoooh...merasa bersalah banget karena harus mengobati rasa trauma itu dengan TIDAK bertemu orang tersebut.(bagiku hehe)
2. Trauma melakukan sesuatu hal (Cinta)
Kali ini, berhubungan dengan hati #eaa . Males sebenarnya ngomongin yang satu ini, isinya bisa dipastikan GALAU semua. hmmm -____-" . Pernah ada seorang teman cerita. Dia punya teman, dan temannya itu punya teman lagi, dan temannya temannya teman saya itu punya sodara. :D Jadi gini ceritanya, beliau pernah jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan kekasihnya. Tapi di akhir cerita, dia dikecewakan oleh kekasihnya itu. Entah seperti apa bentuk kecewanya. Bagaimana kejadian detailnya, saya tidak tahu. Yang jelas kata teman saya, orang itu TRAUMA se trauma-traumanya. Astaghfirullah.... Masa', saudara-saudaranya udah nikah semua, udah punya berkeluarga semua, sementara dia anak pertama, dan hingga saat ini dia belum percaya lagi dengan yang namanya menjalin hubungan cinta dengan orang lagi. Masya Allah, samapai segitunya dia seperti itu. Saking Traumanya. Bahaya.
Ya Allah, seandainya saya punya perasaan dan mengalami kejadian dua hal diatas, segera sembuhkan Ya Robb, kuatkan, tabahkan , dan bangkitkan diri ini untuk tetap semangat menjalani hidup.
Dear Trauma, jauh jauh yaa dari akuu...huuuss..huuussss :)
Bagaimanapun, tetaplah Allah Maha Adil atas segala sesuatu.
Seiring bertambahnya usia, saya mulai mencoba mencerna, mempelajari, dan memahami arti. Tidak hanya tentang sekolah. Tetapi, tentang hidup. Bukan bermaksud "sok tau", atau yang lain. Hanya mencoba memahami apa yang saya alami, yang saya rasa, dan yang saya lihat.
Saya, adalah anak terakhir dari empat bersaudara. Tiga saudara saya adalah laki-laki semua. Hanya saja, kakak saya yang nomer tiga, lebih dulu menghadap Sang Khaliq. Tak sempat melihat wajahnya. Tentu saja, karena saya belum lahir waktu itu. Sultan Hasanuddin. Diambil dari nama seorang tokoh Pahlawan Nasional. Hanya cerita-cerita yang mengagumkan dari seorang ibu yang merasa begitu kehilangan. Untuk seumuran bayi (entahlah, saya lupa kira2 usianya) sudah bisa memanggil ibu dan bapak dengan suara sedikit jelas. aaa' (bapak), engaa' (emak). Yang kata ibu, jarang sekali ditemui ada bayi yang mampu melafalkan hal tersebut dengan usia segitu. Menangis, hanya saat lapar. Dan tertidur pulas, saat merasa kenyang. Saya tahu betul, betapa ibu merindukan jagoan kecilnya itu. Gangguan pernapasan, dan tentu takdir Allah, mas Udin dipanggil terlebih dahulu. Setahun kemudian, lahirlah seorang gadis kecil diantara jagoan-jagoan ayah ibu. Gadis yang cengeng, pemalu, dan sensitif. Sangat sensitif untuk gadis seumuran Sekolah Dasar. ^_^
Mungkin, jika boleh saya katakan. Allah sengaja menjadikanku anak terakhir. Dengan memiliki dua orang saudara laki-laki. Membantu bapak dalam menjagaku. Melindungi dan menyayangiku. Mas Munib, Mas Zainul. Betapa bersyukurnya saya, memiliki dua orang saudara laki-laki yang begitu menyayangi. Dan jika saya mendengar cerita dari teman-teman saya, saya betul-betul merasakan. Betapa Allah itu Maha Adil. Saya tidak akan menunjukkan bagian mananya dicerita keluarga saya sehingga saya benar-benar merasa bahwa Allah itu Maha Adil. (hahaha..rahasimeen)
Saya akan menceritakan tentang teman saya saja, hehehe. Teman saya itu cewek, anak pertama. Dia punya adek. Dari tampilan luarnya yang sangar, dalam artian sangar untuk menjaga adeknya. Dia juga punya hati yang lemah, yang ingin dikasihi dan disayangi serta perlindungan. Dan dia dapatkan itu semua dari Ayahnya. Rata-rata sih, teman-teman saya (cewek) yang anak pertama (tentu saja yang saya kenal hehehhe) lebih terlihat dekat dengan Ayahnya daripada dengan ibunya. Saat dia ingin pergi kemana-kemana dan butuh ada yang mengantarkan serta melindungi, ada Ayahnya yang selalu bisa diandalkan. Sifat dewasanya dia juga terlihat, karena menurut pandangan saya, sudah sewajarnya dan sudah sepantasnya karena dia adalah anak pertama dan punya adek-adek yang harus dia lindungi.
Karena yang saya rasakan, punya kakak cowok itu enak, enak banget..hahahha..
kemana-kemana dianterin, apa-apa diurusin, protektifnya subhanallah hihihiihi.. tapi ya gitu, masih dianggap kayak adek kecil -___-", gak bisa curhat tentang "hati" eaaa :D
Tapi bagaimanapun, ternyata memang Allah punya takaran sendiri untuk segala sesuatu. Takaran Allah itu pas. Maha Besar Allah :)
Mas-masku yang ganteng hahahahhahahaha... semoga keluarga mas dijadikan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, diberi keturunan yang sholeh sholehah, diberi rizki yang halal manfaat dan barokah, diberi kekuatan, kesehatan, kebahagiaan, dan panjang umur. amiiin :)
buat masku yang sudah di surga :') saya kangeeen. Semoga kelak bisa bertemu di surga bersama-sama dengan emak, bapak, mas munib, dan mas zai. amin :)
Bila lelaki dan wanita Sudah waktunya berumah tangga Jangan hanya memandang harta Sebagai jaminan bahagia Biar miskin asal beriman Hitam putih sama saja Walau berbeda sukunya Dihadapan Allah sama Tergantung amal ibadahnya Semasa hidup di dunia Orang jawa mengatakan Suwargo nunut.. Neroko katuut Surga Neraka.. Istripun ikut Itu hanya sekedar pepatah.. Bisa benar bisa juga salah Yang penting kita tawakkal Beribadah berserah diri kepada Allah Capailah surga bersama.. Dalam membina rumah tangga..
Nama Grup qasidah nya lupa..hehe
Sekian ^_^ :')
Puji syukur Alhamdulillah, kemudahan dan kecanggihan teknologi sedikit banyak (buanyak) telah membantu saya untuk terus belajar menjadi lebih baik. Wabil khusus internet :D. Memang, jika teknologi digunakan oleh orang yang benar, akan menghasilkan sesuatu yang bernilai dan bermanfaat. Salah satu contohnya yaitu DAKWAH. Jejaring sosial seperti FB, twitter, Google+, Plurk, blog, dan sebagainya. Potongan ayat-ayat suci Al-qur'an, Hadist Nabi, isi kitab tasawuf, dan kata-kata bijak/motivasi/mutiara lainnya dapat saya lihat dan saya baca tiap harinya. Lagi-lagi, Allah Maha Kasih dan Maha Adil. Alhamdulillahirobbil'alamin, Allah mempertemukan saya dengan orang-orang yang dapat meningkatkan iman, menempatkan pada lingkungan yang senantiasa mengingatkan saya untuk selalu mendekatkan diri padaNya serta memperbaiki diri. Menyadarkan saya dari masa-masa terpuruk saya. Masa-masa dimana saya masih tergoda dengan rayuan dan nafsu syetan. Menyesal, sedih, kecewa, bahagia, dan bersyukur, perasaan yang campur jadi satu. Hingga saat itu saya meyakini. Sudahlah. Disetiap peristiwa yang saya alami, pasti ada hikmah dibalik itu semua. Dan sebaik-baik rencana saya, rencana Allah lah yang terbaik.
Tadi, saya membaca sebuah page yang bertuliskan ini :
Ciri-Ciri Sahabat Sejati Menurut Imam Al-Ghazali di bawah ini:
1. Jika kau berbuat baik kepadanya, maka ia juga akan melindungimu;
2. Jika engkau merapatkan ikatan persahabatan dengannya, maka ia akan membalas balik persahabatanmu itu
3. Jika engkau memerlukan pertolongan darinya, maka ia akan berupaya membantu sesuai dengan kemampuannya4. Jika engkau menawarkan berbuat baik kepadanya, maka ia akan menyambut dengan baik
5. Jika ia memproleh suatu kebaikan atau bantuan darimu, maka ia akan menghargai kebaikan itu
6. Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik dari dirimu, maka akan berupaya menutupinya
7. Jika engkau meminta sesuatu bantuan darinya, maka ia akan mengusahakannya dengan sungguh-sungguh
8. Jika engkau berdiam diri (karena malu untuk meminta), maka ia akan menanyakan kesulitan yang kamu hadapi
9. Jika bencana datang menimpa dirimu, maka ia akan berbuat sesuatu untuk meringankan kesusahanmu itu
10. Jika engkau berkata benar kepadanya, niscaya ia akan membenarkanmu
11. Jika engkau merencanakan sesuatu kebaikan, maka dengan senang hati ia akan membantu rencana itu
12. Jika kamu berdua sedang berbeda pendapat atau berselisih paham, niscaya ia akan lebih senang mengalah untuk menjaga
Kamu adalah siapa teman-temanmu. Bersahabatlah dgn orang sholeh, agar tertarik untuk menjadi sholeh..
Jangan ragu utk meninggalkan teman yg bathil, semoga Allah menunjukkan jalan kepada lingkungan para hamba yg diridhoi-Nya.. carilah teman yg akan menolong untuk kebaikan kita di akhirat nanti..
Satu hal yang terfikirkan saat saya membaca tulisan diatas, saya sangat berterima kasih karena Allah mempertemukan dengan sahabat-sahabat seperti yang saya miliki saat ini. Tapi saya juga merasa sedih dan menyesal karena pernah menyakiti dan mengecewakan mereka, entah itu yang mungkin saya sengaja atau tidak. Maaf. Maaf. Dan terima kasih :').
"Dan tidak ada hadiah yang diberikan lebih baik dan lebih luas dari kesabaran" (H.R. Bukhori dan Muslim)
"Jawaban terbaik terhadap kritik adalah gigih memperbaiki diri bukan sibuk berdalih sekedar membela diri "(Aa Gym)
Kedua kalimat diatas mengingatkan arti pentingnya bersikap sabar. Jika ada suatu kalimat yang menyatakan bahwa "sabar itu ada batasnya", maka seseorang yang menyatakan demikian bukan tergolong orang-orang yang sabar. Sabar memiliki multimakna. Sabar dalam menghadapi cobaan. Sabar mendengar ejekan, cacian. Sabar saat berusaha meraih sesuatu yang diperjuangkan. Sabar untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang Allah (sabar menghadapi godaan syaithan). Dan tentu masih banyak lagi jenis-jenis kesabaran yang membuat kita semakin dekat kepada Sang Khaliq.
Pernah saya baca dari kitab Maulid Diba', sebaik-baik ummat adalah ummat Nabi Muhammad SAW. Puji syukur alhamdulillah kita dilahirkan menjadi ummat Manusia Paripurna. Tapi, ada satu hal yang perlu dipertanyakan, "pantaskah kita menyebut diri kita sebagai ummat Nabi Muhammad? sementara sikap, dan perbuatan kita tidak mencerminkan bahwa kita ummat beliau..". Hal ini pun menjadi pertanyaan bagi diri saya sendiri. Pantaskah diri ini menyebut sebagai ummat Rasulullah? Salah satu yang ingin saya soroti disini adalah tentang kesabaran. Sudah tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa Beliau, Rasulullah Muhammad SAW adalah manusia yang paling sabar yang pernah ada. Saat dicaci, saat diludahi, saat diolok-olok, bukan malah membalas dengan cacian, olok-olokan dan sebagainya, malah menabur kebaikan, membalasnya dengan senyuman, dan kasih sayang. Jika sedang dalam kesulitan, beliau tidak mengeluh, beliau tidak lemah, tetap berjuang menegakkan agama Allah, dan menjalani hidup dengan penuh rasa syukur dan istiqomah. Dan sekarang, apakah kita pantas menyebut diri kita sebagai ummat Nabi akhir zaman? diejek sedikit saja sudah marah, dicaci sedikit saja sudah mengeluarkan sumpah serapah, diberi ujian sedikit saja sudah menyalahkan Allah. Allah Ya Karim, salam rinduku untuk Baginda Rosulullah. Ighfirli Ya Robb, Ighfirlii. Malu rasanya diri ini, sungguh sangat jauh jika dibilang sebagai sebaik-baik ummat Nabi. Melihat orang yang pernah mencaci kita sengsara, hati kita begitu senang. Apa ini yang diajarkan Nabi? TIDAK! Mendoakan orang-orang yang menyakiti hati kita dengan ucapan-ucapan yang tidak baik. Apakah ini yang dicontohkan Rosulullah? TIDAK! dan menasehati, mengingatkan "saudaranya" dengan mengolok-olok bahkan menyombongkan diri sendiri dan merasa dirinya lebih baik. Apakah ini pula yang diajarkan Nabi? TIDAK!
Allah Ya Robb, pantaskah diri ini disebut sebagai ummat Baginda Rosulullah? sementara sikap dan akhlaq kami belum mencerminkan sebagai ummat Nabi.
Semakin hari semakin ingat dan terus ingat, bahwa hidup di dunia yang fana ini hanyalah sementara. Apa jadinya jika sikap yang tidak mencerminkan ummat Nabi tesebut terus dibiarkan, dipupuk, dan dipelihara? Tidak ada manusia yang sempurna, tidak ada manusia yang luput dari salah dan dosa. Hanya kesempatan yang masih diberikan saat ini yang bisa dipergunakan untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Khaliq. Memantaskan diri menjadi ummat Rosulullah Muhammad SAW. Semampu mungkin, sebisa mungkin, memahami, mengakui, dan menyadari kesalahan-kesalahan, kekhilafan-kekhilafan yang pernah dilakukan, serta kemudian memperbaiki semuanya, bertaubat dengan taubatan nasuhah. Bukan untuk dilihat manusia bahwa kita adalah orang baik. Namun lebih dari itu, hal itu tidak lain hanyalah mencari ridho Allah, mendapatkan kasih sayang dari-Nya, dan memohon agar kita senantiasa dilindungi, diberi petunjuk, dan diarahkan menuju jalan yang lurus.
Kawan, jika ada yang menghinamu, mencacimu, menggunjingmu. Tersenyumlah. Itu tandanya dia tengah memperhatikanmu dengan cara yang tidak kamu sukai. Dan perbaikilah diri untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang pemberi kehidupan.
Jika masalah yang menimpamu tak kunjung selesai. Tarik nafasmu dalam-dalam, ucapkan asma Allah, istighfar, maka hatimu akan merasa lega, damai, dan berserah diri pada-Nya.
Mengingatkan sesama manusia dalam hal kebaikan dan kebajikan itu boleh, bahkan sangat dianjurkan, dan bahkan diperintah seperti yang tertulis dalam Al-qur'an. Namun, tetap harus diperhatikan caranya. Tidak serta merta mengingatkan dan memberi nasehat. Kita lihat situasi dan kondisinya. Jika kita menasehati seseorang atau mengingatkan tentang kesalahannya, di dalam sebuah forum, suatu ruangan, atau suatu tempat yang hal itu bisa didengar orang lain, isi nasehat yang baik, akan diterima dengan sikap yang tidak baik, karena merasa bahwa aibnya diketahui banyak orang. Sekalipun menasehati dengan tidak menyebut namanya, misal saja mencoba menasehati seseorang melalui media sosial. Bukan menjadikan dia sadar dan menerima nasehat itu dengan baik, malah bisa menjadikan seseorang itu sakit hati dan tidak terima. Pada intinya tetap berhati-hati, dan terus belajar berhati-hati.
(lebih kepada menasehati diri sendiri)
semoga senantiasa mendapat petunjuk Allah SWT, dan mendapatkan syafa'at Rasulullah Muhammad SAW. Amin.
Sebagai penutup, saya persembahkan dua buah lagu :).